Egoisnya laki-laki, fitrah?
Ada hal di mana pemikiran perempuan (baca: ISTRI) tidak boleh dikeluarkan apalagi diamini. Bahkan sebagai bahan diskusi saja tidak perlu bagi aa.
Saya mengerti.
Hati saya punya tanggapan lain, bahwasanya kedudukan antara suami dan istri tentang ide atau pimikiran adalah sebanding. Namun untuk keputusan, jika hal tersebut adalah mufakat adalah jauh lebih baik. Ketika suami memberi kesempatan dan menghargai persepsi istri, bagi saya di situlah bentuk kasih sayang, bukan intimidasi atau diktatorisme dalam hubungan keluarga. Saya tau bahwa keputusan seorang suami adalah mutlak, namun, mau menghargai istri adalah keputusan bijak. Bersabarlah wahai suami.
Dan ungkapan aa yang aa sampaikan tadi menurut neng kurang tepat. Seakan-akan aa hanya butuh istri aa kalau aa butuh. Butuh secara apa? Fisik saja? Ya kalau itu yang aa pikirkan, maka akan hanya raga yang aa dapatkan. Seakan-akan jika istri aa tidak sesuai dengan keinginan aa, aa akan dengan sesuka hati akan mendepak istri aa.
Mungkin secara materi aa mampu.. Tapi, u can't buy my heart.
Komentar
Posting Komentar