Mengais Cinta
Cinta...
Bagian dari dunia yang paling menarik. Tak perlu membahas cinta milik orang lain, aq akan bahas cinta milikku.
Cinta yang baru benar-benar aq alami di usia paruh baya. Yap, cintaku unik.
Unik karena mengharap seseorang mau berbagi denganku. Meski jadi yang kedua, berat juga. Jangan sangka menjadi yang kedua itu enak-enak saja. Harus bisa mengalah. Harus bisa tutup mata, tutup telinga karena harus disembunyikan. Tutup hati juga saat harus mengubur cemburu menjadi bahagia.
Salah sendiri siapa suruh "ganggu rumah tangga orang"... Mungkin kalian akan berpikir seperti itu. Wajar dan manusiawi. Kenapa ya jalinan pernikahan kedua harus sembunyi-sembunyi... Kan butuh waktu.. Butuh proses untuk menerima. Hmmm.. Okay. Waktu dan proses itu ada batasannya engga?
Ummmm.. Itu terserah kesepakatan masing-masing. Trus kalau aq gimana?
Pilihannya, bisa berbagi atau pilih salah satu. Itu saja... Batasan waktu?? Aq ga tau sayang...
Neng berharap memang ada batasan waktu akan seperti apa kita ke depan. Pun di keputusan yang paling pahit, neng di keputusan neng.. Ini adalah cinta neng terakhir. Pernikahan neng yang terakhir. Neng bawa sampai mati.
Ini JANJI neng.
Komentar
Posting Komentar