Ada hal di mana pemikiran perempuan (baca: ISTRI) tidak boleh dikeluarkan apalagi diamini. Bahkan sebagai bahan diskusi saja tidak perlu bagi aa. Saya mengerti. Hati saya punya tanggapan lain, bahwasanya kedudukan antara suami dan istri tentang ide atau pimikiran adalah sebanding. Namun untuk keputusan, jika hal tersebut adalah mufakat adalah jauh lebih baik. Ketika suami memberi kesempatan dan menghargai persepsi istri, bagi saya di situlah bentuk kasih sayang, bukan intimidasi atau diktatorisme dalam hubungan keluarga. Saya tau bahwa keputusan seorang suami adalah mutlak, namun, mau menghargai istri adalah keputusan bijak. Bersabarlah wahai suami. Dan ungkapan aa yang aa sampaikan tadi menurut neng kurang tepat. Seakan-akan aa hanya butuh istri aa kalau aa butuh. Butuh secara apa? Fisik saja? Ya kalau itu yang aa pikirkan, maka akan hanya raga yang aa dapatkan. Seakan-akan jika istri aa tidak sesuai dengan keinginan aa, aa akan dengan sesuka hati akan mendepak istri aa. Mu...
Cinta... Bagian dari dunia yang paling menarik. Tak perlu membahas cinta milik orang lain, aq akan bahas cinta milikku. Cinta yang baru benar-benar aq alami di usia paruh baya. Yap, cintaku unik. Unik karena mengharap seseorang mau berbagi denganku. Meski jadi yang kedua, berat juga. Jangan sangka menjadi yang kedua itu enak-enak saja. Harus bisa mengalah. Harus bisa tutup mata, tutup telinga karena harus disembunyikan. Tutup hati juga saat harus mengubur cemburu menjadi bahagia. Salah sendiri siapa suruh "ganggu rumah tangga orang"... Mungkin kalian akan berpikir seperti itu. Wajar dan manusiawi. Kenapa ya jalinan pernikahan kedua harus sembunyi-sembunyi... Kan butuh waktu.. Butuh proses untuk menerima. Hmmm.. Okay. Waktu dan proses itu ada batasannya engga? Ummmm.. Itu terserah kesepakatan masing-masing. Trus kalau aq gimana? Pilihannya, bisa berbagi atau pilih salah satu. Itu saja... Batasan waktu?? Aq ga tau sayang... Neng berharap memang ada batasan waktu akan seperti ...
22.26 Mimpiin Bapak.. Al-fatihah buat beliau. Entah apa artinya.. Yg jelas, mnt maaf ya Bapak.. udah kasar sama Bapak.. Nurul jg bersyukur masih dilindungi Alloh dr jalan sesat. 🥺🥺 Di tengah pandemi gini, kadang kepikiran.. siapa yg harus pulang duluan. Harus siap kapan saja.. pandemi ini ngajarin kita, kl kita bukan apa2.
Komentar
Posting Komentar