Kedua

Tertarik pada bahasan viral tentang kata perempuan dan wanita. Yap, kesannya kata "perempuan" memiliki konotasi lebih negatif dibanding dengan kata "wanita". Untungnya saya bukan tipikal orang yang ga mau ribet atau sibuk untuk urusan yang tidak terlalu penting 🀭
Apa karena saya orangnya terlalu cuek.. Ga peduli. Hehehe.. Tapi saya menyebutnya ini adalah adaptasi khas diri saya menanggapi sisi luar. Ya jadinya saya sering dianggap "aneh" karena sering bertentangan dengan opini masyarakat kebanyakan.
Yuk sekarang coba saya keluarkan opini saya tentang Perempuan Kedua. Saya memilih kata perempuan karena saya lebih menganggapnya lebih tegas dan mencoba membuatnya sepadan dengan kata "wanita". Bukan artinya makin menajamkan sosok orang kedua lebih buruk dibanding yang pertama.
Sebenarnya tidak ada waktu yang pasti kapan saya menganggap POLIGAMI adalah hal yang bisa saya maklumi. Mungkin ini adalah akibat dari pengalaman pribadi. Ya, ayah saya adalah orang yang menikah beberapa kali. Kandas dan ada yang bertahan. Lingkungan di sekitar saya juga masih ada yang lakinya punya bini lebih dari satu. Ya, kembali, saya adalah orang yang cuek dengan urusan orang lain. Secara pribadi, kehidupan poligami ayah saya tidak berjalan mulus, hingga ibu saya bercerai dengan ayah. Di pikiran saya kala itu (saya masih sekitar kelas 4-5 SD) adalah itu adalah jalan yang terbaik untuk ibu saya. Ada sedih, tapi... Saya memakluminya. Ya mungkin pada waktu itu saya juga masih belum terlalu mengerti urusan orang dewasa 😁
Hingga saat saya gadis, saya sedikit belajar agama. Alloh menjadikan fitrah laki-laki itu sedikit lebih dibanding perempuan. Dan Alloh membolehkan laki-laki memiliki pasangan lebih dari 1, maksimal 4, dengan syarat jika dia mampu dan adil. Jangan dipotong ya ayatnya. Hehehe... Syaratnya berat. Mampu dan adil. Adil jelas ga bisa 100% dan perempuan-perempuan yang ikhlas dengan fitrah ini dijanjikan syurga Alloh. Ya.. Syurga Alloh adalah di atas segala-galanya dibanding semua yang ada di permukaan bumi. Ini juga adalah bentuk ibadah. Ya.. Niatkan saja seperti itu.
Yuk sekarang bahas situasi saya. Ini ga akan pernah saya anggap sebagai aib.  Malah sebaliknya... Ini adalah berkah dari cinta Alloh kepada saya... 😭😭😭
Nah kan, terserah saya dianggap aneh. Saya selalu ingin menunjukkan bahwa apa yang dianggap kebanyakan orang itu jelek, negatif, itu hanya anggapan dan saya pribadi tidak akan pernah menganggapnya negatif. Pasti Tuhan.. Alloh memberikan "jalan" seperti itu agar manusia mau belajar. Titik. Seperti kondisi saya menjadi istri kedua. Saya coba untuk mengingatkan diri sendiri bahwa posisi istri bagi suami adalah mendampinginya dalam kondisinya untuk menuju kebaikan. Menjadi partner hidupnya. Dan bagi saya, suami adalah orang yang dicintai dari hati. Memperjuangkan kekasihnya (istri) dengan kata dan tindakan. Inilah yang membuat saya jatuh hati dengan suami saya 😍πŸ₯°
Jadi, bagi saya, saya tidak merebut suami dari istri suami saya sekarang. Kenapa? Karena saya tidak pernah memintanya untuk bercerai dengan istrinya. Trus, apakah gegara saya, suami saya jadi jauh dengan keluarga? Semua adalah proses. Cinta dan sayang adalah anugerah. Lalui dengan benar dan tanggung jawab. Niatkan dengan baik.. Insya Alloh ada jalan. Saya juga sudah kebal dengan omongan miring, hadapi dengan senyum. Berdoa terus sama Alloh. Harus tetap positif dan terus kreatif berkarya. 
Saya banyak belajar dari keluarga mom D sahabat saya yang bisa rukun dengan co-wife (madu) nya. Ga cuma satu co-wifenya. Ada 2-3. Hehehe.. Trus, tadi pagi saya menonton youtube tentang CK yang menjadi istri kedua. Semua ga mudah, tapi jika kita niatnya baik dan mau bersabar, insya Alloh ada jalan.
Mom D adalah sosok yang unik, cerdas dan saya banyak belajar darinya. Istri-istri Mr. H, mom D yang carikan dan atau acc. Keluarga mereka seru dan jadi inspirasi positif.
Kesimpulannya... Buat saya.. Teman-teman boleh mengambil pelajarannya. Bagi saya, sehat.. Sakit.. Mati.. Sedih... Jatuh.. Pahit.. Adalah bagian dari hidup yang kondisinya adalah sama saja dengan bahagia, tawa, sehat, sukses, manis... Hadapi dengan positif. Ga usah ditanggapi berlebihan apalagi lebay πŸ˜‚πŸ€­ Hidup kita cukuplah dengan kebahagiaan.. Itu adalah pilihan. Anggap saja semua yg jelek-jelek itu flat. Kl dapat yang baik, hadapi saja dengan biasa, dengan syukur. 
Happiness inside πŸ₯°
Bahagia tanpa menyakiti. Sakit hati adalah pilihan. Bahagia adalah pilihan. Cara kita menyikapinya juga adalah pilihan.
Peluk istrimu saat dia sedih πŸ₯° 
Kita sama-sama belajar dari masa lalu. Terimakasih telah merangkulku dan membawaku ke jalan pulang.
I love you my beloved husband, Aa'... Always.. Alhamdulillah. Semoga Alloh menjagamu selalu dalam kebaikan.. Sehat-sehat dan bahagia selalu 😍
#perempuankedua #wanitakedua #mrmrsdn #dnlife

-revisi inisial nama, 13 april 2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Egoisnya laki-laki, fitrah?

Mengais Cinta

23 Agustus 22